Selasa, 16 Agustus 2011

Kerajinan Bambu

Hutan bukan hanya sekedar pnghasil kayu, namun masih banyak potensi yang dapat dikembangkan. Salah satu potensi yang kini sedang digalakkan adalah Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Potensi tersebut dapat berupa getah-getahan, minyak, gubal, serbuk, jasa lingkungan dan masih banyak potensi yang dapat mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 
Bambu merupakan salah satu HHBK yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan, alat transportasi, peralatan rumah tangga, kerajinan hingga alat musik.
 
 
Indonesia dikenal memiliki banyak tumbuhan bambu, sekitar 124 jenis bambu tumbuh di alam Indonesia, namun yang banyak dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat baru sekitar 20 jenis bambu, seperti misal bambu duri, andong, ampel, tali, betung, kuning, wulung dan lain sebagainya. Dari bambu tersebut telah banyak dihasilkan barang-barang kerajinan baik berupa anyaman maupun dalam bentuk lain sebagai barang pakai hingga souvenir.
Dengan bahan bambu banyak masyarakat di pedesaan memiliki keterampilan sebagai pengrajin, baik secara perorangan maupun secara berkelompok, Dan kerajinan bambu Indonesia memang telah memasuki pasar ekspor ke berbagai negara dengan aneka bentuk menarik, yang merupakan hasil keterampilan masyarakat tersebut, baik secara tradisional maupun dengan peralatan modern dari produk pabrik.
Wonogiri, salah satu daerah penghasil kerajinan dari bahan bambu memiliki kelompok-kelompok pengrajin hasil binaan Proyek Pengembangan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Wiroko yang bekerjasama dengan FAO pada tahun 1981.  
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar